web stats
1:37 pm - Friday May 19, 6322

KEGIATAN PENINGKATAN MUTU PENGAWASAN TERHADAP TPM JAJANAN DI LINGKUNGAN PUSKESMAS HARAPAN RAYA

Wednesday, 15 October 2008, 0:43 | Kesehatan Masyarakat | 0 Comment | Read 550 Times
by admin

Author : Mohan Siddiq Dharma, S.Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

—-

PENDAHULUAN

—-

Latar Belakang

—-Sesuai dengan strategi Indonesia sehat tahun 2010 dan kebutuhan pembangunan sektor kesehatan di era desentralisasi ini, Departemen Kesehatan Republik Indonesia sudah menetapkan visi dan misi Puskesmas. Visi pembangunan kesehatan melalui Puskesmas adalah terwujudnya Kecamatan sehat tahun 2010. Kecamatan sehat merupakan gambaran masyarakat kecamatan masa depan yang hidup di lingkungan yang sehat dan prilaku hidup masyarakat yang juga sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang ada di wilayahnya serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.1

—-Pencapaian visi Indonesia 2010 dapat dicapai dengan menggerakan Puskesmas sebagai pelaksana teknis Dinas Kesehatan terbawah yang memiliki enam kewajiban yang harus dilaksanakan, yaitu upaya promosi kesehatan, kesehatan lingkungan (Kesling), kesehatan ibu anak dan keluarga berencana, perbaikan gizi masyarakat, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, serta pengobatan.2

—-Di Puskesmas Harapan Raya program Kesling adalah merupakan salah satu program yang telah berjalan dengan baik. Program Kesling yang dilaksanakan di Puskesmas Harapan Raya secara umum yaitu pengawasan terhadap tempat-tempat umum (TTU), pengawasan terhadap tempat pengolahan makanan (TPM) dan pengawasan terhadap industri rumah tangga. Program yang dituangkan dalam tugas intregasi kepada petugas Kesling adalah melaksanakan program UKS, melaksanakan kunjungan TK, melaksanakan kungjungan SD, melaksanakan kunjungan rumah, melaksanakan kunjungan TTU, melaksanakan kunjungan TPM, serta penanggulangan DBD.3

—-Laporan pelayanan Kesling Puskemas Harapan Raya pada tahun 2007 menunjukan 90% warga memiliki sumber air bersih, 98.80%  warga memiliki jamban dan 89.77% warga memiliki sistem pengelolaan air limbah dengan baik. Sanitasi pada TTU telah mencapai 100% memenuhi syarat. Tempat pembuangan sampah (TPS) sementara warga dalam kodisi yang sangat baik yaitu mencapai 100% untuk 2 TPS yang diawasi oleh Kesling. Jumlah persentase air bersih yang memenuhi persyaratan didapatkan angka 100%, dan perincian sarana ibadah yang baik juga mencapai 100%, sedangkan untuk penyakit berbasis lingkungan terbanyak adalah demam berdarah 63 kasus, diare 6 kasus dan 18 kasus scabies.4

—-Penyakit diare merupakan salah satu yang sering terjadi akibat kurang diperhatikannya kebersihan pengolahan makanan dan bisa menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti halnya Kolera dengan jumlah penderita yang banyak dalam waktu yang singkat.Kasus diare lebih banyak terjadi akibat makanan yang mengandung mikroba atau tercemar bakteri. Dilihat dari penyebabnya, dapat dipastikan para produsen makanan, terutama yang berskala kecil, kurang memperhatikan higienis dan sanitasi makanan.5,6

—-Surat Keputusan Menteri Kesehatan No 942/MENKES/SK/VII/2003 menyebutkan bahwa akan dilakukan pendataan pedagang makanan jajanan/kaki lima di sekitar sekolah/kantor/pasar atau kelompok di sentra pedagang jajanan. Makanan Jajanan yang telah terdaftar diberikan stiker tanda terdaftar dan wajib memasang stiker tanda terdaftar pada sarana penjaja makanan jajanan yang dikelolanya. Hasil laporan pendataan meliputi : jenis/nama makanan jajanan dan sentra makanan jajanan, alamat, nama pemilik, nama dan jumlah penjamah, keanggotaan kelompok/assosiasi, sarana dan lokasi penjualan, setiap gedung perkantoran/ sekolah/ pusat perdagangan/ daerah kegiatan pariwisata yang mempunyai kelompok makanan jajanan atau belum berupa kelompok dilakukan penataan untuk menjadi sentra makanan jajanan agar mudah dilakukan pembinaan  perlu percontohan sentra makanan jajanan di sekolah.7

—-Puskesamas Harapan Raya melaksanakan program pengawasan terhadap TPM hanya terhadap para pengusaha tempat penjualan makanan yang memiliki surat izin berusaha seperti rumah makan, kafe ataupun warung-warung makan. Data pengawasan terhadap TPM makanan jajanan belum ada, yang seharusnya menurut Departemen Kesehatan harus dilakuakan pengawasan dan pembinaan oleh Puskesmas.8

—-Kegiatan yang berhubungan dengan perilaku masyarakat seperti cakupan air bersih, sanitasi serta penyehatan rumah tidak mencapai target dikarenakan ada beberapa kemungkinan yaitu :

  1. kondisi ekonomi yang tidak mampu untuk membangun sarana
  2. kebiasaan  yang kurang sehat secara turun temurun yang sulit dirubah
  3. kurang mengetahui tentang manfaat yang didapat apabila melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat
  4. Kegiatan yang berhubungan dengan peran aktif petugas seperti Inspeksi Sanitasi  dasar ada yang tidak mencapai target karena terbatasnya waktu    serta petugas yang merangkap program lain.9

—-Berdasarkan observasi dan wanacara, maka penulis merasa perlu untuk meningkatkan mutu program pengawasan terhadap TPM oleh Puskesmas Harapan Raya, terutama jenis makanan jajanan agar berjalan sesuai standar, sehingga TPM jajanan dapat mengelola produksinya lebih baik dan diharapkan hasil produksinya tetap aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh konsumen, serta berharap pihak kesehatan secara lintas sektoral lebih memperhatikan kebersihan TPM jajanan berskala kecil terutama di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya.

—-

Tujuan Kegiatan

A.  Tujuan umum

—-Mengetahui berbagai permasalahan dalam pengawasan terhadap TPM dan membantu dalam upaya peningkatan program pengawasan TPM dengan mencari solusi di lingkungan kesehatan Puskesmas Harapan Raya.

B.    Tujuan khusus

  1. Mendapatkan solusi dan alternatif pemecahan masalah yang ditemukan
  2. Meningkatkan mutu program pengawasan kebersihan  terhadap TPM jajanan di lingkungan kesehatan Puskesmas Harapan Raya.

-

—-

TINJAUAN PUSTAKA

—-

—-Program Kesehatan Lingkungan pada masyarakat adalah bagian dari program pembangunan kesehatan nasional. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan dengan titik berat pada upaya peningkatan kualitas hidup dan pencegahan penyakit disamping pengobatan dan pemulihan. Indikator yang akan dicapai adalah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat, meningkatnya industri dan tempat-tempat umum yang sehat, menurunnya angka penyakit diare, demam berdarah dan penyakit akibat kurang sehatnya lingkungan disekitar masyarakat.10

—-Penyakit diare merupakan salah satu yang sering terjadi akibat kurang diperhatikannya kebersihan pengolahan makanan. Faktor yang mempengaruhi diare adalah lingkungan Gizi Kependudukan, pendidikan sosial ekonomi dan prilaku, masyarakat. Penyebab terjadinya diare peradangan usus oleh agen penyebab. Cara penularan melalui infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan / air minum yang terkontaminasi tinja / muntahan penderita diare. Penularan langsung juga dapat terjadi bila tangan tercemar dipergunakan untuk menyuap makanan.5

—-Angka kematian pada anak akibat diare di Indonesia menurut World Health Oraganization (WHO) pada tahun 2001 sebesar 2,2 juta anak, persentase penyebab diare melalui perantara pangan adalah sebesar 70 persen. Hal tersebut sumbernya ada pada jajanan anak-anak sekolahan seperti bakso, gado-gado, mie ayam, nasi rames, siomay dan soto ayam. Berdasarkan penelitian WHO tersebut, jajanan dimaksud banyak mengandung  beberapa pathogen.11

—-Penularan penyakit diare melalui terutama melalui kontak dengan makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor. Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar. Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.11 Pengawasan terhadap TPM yang merupakan tugas dari bagian Kesling di Puskesmas antara lain adalah :

  1. Pembinaan dan pengambilan sampel makanan  terhadap TPM , diantaranya rumah makan / restoran, jasa boga, industri  rumah tangga, makanan jajanan, pelatihan dan penyuluhan terhadap pengelola TPM, pembinaan terhadap tempat pengisisian air minum isi ulang.
  2. Melaksanakan kursus pengolahan makanan dan minuman kepada pengelola TPM dilingkungan Puskesmas.

—-Pengolahan makanan yang baik oleh penjamu adalah dengan mengikuti peosedur standar kelayakan pengelolaan makanan yang telah ditetapkan. Adapun pengolaan makanan yang benar adalah dimulai dari pakaian penjamu, seseorang yang akan berkerja dengan bahan makanan yang akan dimasak harus menggunakan pakaian memasak dan mengenakan penutup kepala, untuk mencegah rambut ataupun benda asing dari kepala penjamu masuk kebahan makanan. Penjamu harus mencuci tangannya dahulu dengan benar dan memakai sarung tangan, alat-alat yang akan dipergunakan untuk proses pengelolaan harus yang bersih dan telah dicuci serta dikeringkan. Untuk meratakan bahan baku seperti pencampuran tepung, air, gula dan garam harus menggunakan alat yang bersih atau jika menggunakan dengan tangan haruslah mamakai sarung tangan yang bersih. Bahan-bahan alamiah untuk pengolahan makanan harus dipastikan terlebih dahulu dalam keadaan baik dan masih layak untuk di konsumsi. Setelah selesai pengolahan makanan, peralatan yang digunakan dicuci kembali dan dikeringkan, bahan-bahan alamiah yang sudah tidak terpakai dibuang kedalam tempat pembuangan sampah dan penjamu mencuci tangannya.12

—-Puskesmas sebagai penggerak peningkatan mutu kesehatan masyarakat perlu bekerja dengan optimal untuk menjaga kesehatan lingkungannya, untuk sentra jajanan makanan di lingkungan sekolah, pihak sekolah seharusnya ikut bertanggung jawab dalam pengadaan jajanan anak sekolah. Karena sekolah yang mengizinkan penjual berjualan di sekitar sekolah. Sekolah dapat memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas kantin sekolah. Dana BOS juga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki fasilitas kantin karena hasilnya untuk kepentingan siswa juga.7

—-Masalah kesehatan berbasis lingkungan disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan baik kualitas maupun kuantitasnya, serta perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat yang masih rendah, mengakibatkan penyakit berbasis lingkungan seperti diare, ISPA, TB Paru, DBD dan lain-lain. Disamping itu juga disebabkan oleh pola pelayanan kesehatan yang masih menitik beratkan pada pelayanan kuratif. Bila melihat kondisi lingkungan yang kurang sehat dan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat yang masih rendah, maka perlu adanya program kegiatan terobosan yang dapat memacu peningkatan kualitas lingkungan yang lebih baik, sehingga dapat menekan kejadian penyakit yang berbasis lingkungan. Program kegiatan Siaga Kesehatan Lingkungan (Siaga Kesling) yang merupakan salah satu kegiatan dari Program Grage Siaga Waras Program Pendanaan Kompetisi Indeks Pembangunan Manusia (PPK-IPM) bidang Kesehatan, merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan dengan melibatkan peran serta masyarakat agar masyarakat terlindungi dari masalah penyakit yang berbasis lingkungan. Tujuan khusus dari kegiatan Siaga Kesling adalah13 :

  1. Meningkatnya perilaku masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
  2. Penanggulangan masalah kesehatan kearah upaya preventif dan promotif.
  3. Meningkatnya gerakan masyarakat dalam upaya penanggulangan masalah kesehatan lingkungan.
  4. Menurunnya penyakit berbasis lingkungan.
  5. Penyebarluasan informasi mengenai kesehatan lingkungan dan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan lingkungan kepada masyarakat.

—-Proyek peningkatan mutu ini dimulai dengan mendaapatkan topik permasalahan yang kemudian dilakukan observasi  kegiatan terhadap topik permasalahan yaitu dibidang Kesling Puskesmas Harapan Raya. Observasi dilaksanakan melalui pendekatan unit. Kemudian dilakukan wawancara dengan petugas kesehatan dibidang Kesling yang dimulai pada tanggal  April 2008. Hasil observasi dan wawancara didiskusikan dengan pembimbing kegiatan proyek peningkatan mutu untuk menentukan permasalahan yang perlu mengalami perbaikan.

—-Metode yang digunakan pada proyek peningkatan mutu ini melalui metode Plan, Do, Check and Action (PDCA cycle) yang didasari atas masalah yang dihadapi (problem faced) kearah penyelesaian (problem solving).

—-

—-

KEGIATAN PENINGKATAN MUTU PENGAWASAN TERHADAP TPM JAJANAN DI LINGKUNGAN PUSKESMAS HARAPAN RAYA

—-

Identifikasi masalah

Proses identifikasi masalah dilakukan dengan cara :

  1. Wawancara dengan staf bagian Kesling pengawasan terhadap industri rumah tangga Puskemas Harapan Raya
  2. Wawancara dan observasi dengan pedagang jajanan makanan di lingkungan Puskesmas Harapan Raya.

—-Beberapa masalah yang berhasil diidentifikasi dari bagian Kesling di Puskesmas Harapan Raya, yaitu :

Tabel 3.1  Masalah yang ditemukan pada kegiatan peningkatan Kesling bidang pengawasan terhadap industri rumah tangga di Puskesmas Harapan Raya.

NoAspek yang dinilaiMasalahEvidance baseMetode

Identifikasi

Masalah

Pengawasan terhadap TPM oleh PuskesmasPelaksanaan tidak mencakup kepada pedagang berskala kecilPemeriksaan hanya pada rumah makan yang terdaftarWawancara dan data sekunder
2Tidak tersosialisasinya prosedur pengolahan makanan sesuai standar kesehatan, keseluruh pedagangTidak tersosialisasinya/ kurangnya penyuluhan tentang pengolahan makanan yang higienis ke TPM.Kurangnya penyuluhan tentang pengolahan makanan yang higienis ke TPM.wawancara
3Pengetahuan pemilik TPM mengenai pengelolaan produksi makanan yang sehatKurangnya pengetahuan untuk melakukan tindakan produksi secara higienis dan sehat serta kurangnya promkes dari pihak kesehatanTidak mendapatkan informasi yang aktual dari petugas kesehatan dan media informasiwawancara
4Pengetahuan tentang akibat tidak mengelola secara higienisnya pengelolaan makanannyaKurang aktifnya upaya promkes di bidang iniTidak tahunya dikarenakan pendidikan dan media informasi yang kurangwawancara

—-Dari masalah-masalah yang tersebut diplih prioritas masalah yang ditentukan berdasarkan kriteria sebagai beikut :

1.      Urgensi

  • Nilai 1 tidak penting
  • Nilai 2 penting
  • Nilai 3 sangat penting

2.      Solusi

  • Nilai 1 tidak mudah
  • Nilai 2 mudah
  • Nilai 3 sangat mudah

3.      Kemampuan merubah

  • Nilai 1 tidak mudah
  • Nilai 2 mudah
  • Nilai 3 sangat mudah

4.      Biaya

  • Nilai 1 tinggi
  • Nilai 2 sedang
  • Nilai 3 rendah

—-

Penentuan prioritas masalah

—-Penetuan prioritas masalah dibuat kedalam tabel penentuan prioritas masalah sebagai berikut :

Tabel 3.2 Penentuan prioritas masalah pada bidang Kesling bagian pengawasan terhadap industri rumah tangga.

Kriteria MasalahUrgensiSolusiKemam-puan untuk merubahBiayaTotalRank
Pengawasan terhadap TPM oleh Puskesmas223224I
Tidak tersosialisasinya prosedur pengolahan makanan sesuai standar kesehatan, keseluruh pedagang21228III
Pengetahuan pemilik TPM mengenai pengelolaan produksi makanan yang sehat31

1

26IV
Pengetahuan TPM tentang akibat tidak mengelola secara higienis pengelolaan makanannya212312II

—-Dari ketiga masalah tersebut, didapatkan 1 prioritas masalah yang ditentukan berdasarkan pembobotan nilai dengan seleksi yang terdiri dari dua unsur yaitu kriteria masalah dan skor.

—-Berdasarkan tabel penentuan prioritas masalah dapat disimpulkan bahwa yang menjadi priorotas masalah dan selanjutnya akan dicari altenatif pemecahan masalah yaitu kurangnya pengawasan terhadap TPM di lingkungan kesehatan Puskesmas Harapan Raya.

—-

Identifikasi penyebab masalah

—-Berdasarkan tabel penentuan prioritas masalah di atas, di dapatkan prioritas masalah utama pada kegiatan ini adalah upaya peningkatan pengawasan terhadap TPM jajanan di lingkungan Puskesmas Harapan Raya. Beberapa hal yang menjadi penyebab masalah tersebut antara lain terlihat dari bebrbagai aspek dibawah ini :

Tabel 3.3 Identifikasi Penyebab Masalah

NoMasalahPenyebab Timbulnya MasalahEvidence Base
1Pengawasan terhadap TPM jajanan oleh Puskesmas§ Manusia

Kurangnya petugas pelaksana Kesling untuk dapat menjalankan seluruh program Kesling pada umumnya, dan pengawasan terhadap TPM jajanan khususnya.

§ Metode

Kurangnya promosi atau penyuluhan terhadap TPM jajanan

Tidak adanya program pembinaan terhadap TPM jajanan

Tidak adanya program kursus pengelolaan makanan dan minuman terhadap pengelola TPM jajanan

Tidak adanya pengambilan sampel makanan terhadap TPM jajanan

Kurangnya kerjasama lintas sektoral dengan pihak Kelurahan, Sekolah  dan Laboratorium untuk melakukan pengawasan bersama

§ Dana

Kurangnya dana yang di alokasikan khusus terhadap kegiatan pengawasan TPM jajanan

§ Material

Tidak adanya data yang akurat mengenai TPM jajanan di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya

Berdasarkan wawancara, petugas Kesling dilapangan hanya satu  orang

Berdasarkan wawancara, karena keterbatasan petugas dan luasnya wilayah kerja

Berdasarkan wawancara, pemeriksaan hanya kepada TPM yang terdaftar

Berdasarkan wawancara, belum adanya koordinasi dengan pihak terkait

Berdasarkan wawancara, tidak adanya dana khusus

Berdasarkan wawancara, belum dilakukannya pendataan

Alternatif Pemecahan Masalah

—-Setelah dilkukan analisis penyebab masalah maka langkah selanjutnya yaitu pencarian mencari alternative pemecahan masalah dan memberikan solusi yang terbaik. Solusi yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan mutu Puskesmas Harapan Raya melalui peningkatan kegiatan pengawasan terhadap TPM jajajnan yang dilakukan oleh bidang Kesling Puskesmas Harapan Raya. Adapun solusi tersebut antaa lain :

Table 3.4 Alternatif Pemecahan Masalah

NoPenyebab MasalahAltenatif

Pemecahan Masalah

TujuanSasaranTempatPelaksana KegiatanWaktuKriteria Keberhasilan
1Kurangnya petugas pelaksana KeslingOptimalisasi petugas dengan SDM yang ada. Dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan Dinas Kesehatan

Kabupaten/ Kota mengikut sertakan instansi terkait, pihak pengusaha,

organisasi, profesi, Asosiasi, Paguyuban dan atau Lembaga swadaya masyarakat.7

Pengawasan TPM dapat opimalKepala Puskes-masUnit KeslingPetugas KeslingDi rekomendasikan sesegera mungkinPeningkatan pengawasan pengolahan TPM jajanan
NoPenyebab MasalahAltenatif

Pemecahan Masalah

TujuanSasaranTempatPelaksana KegiatanWaktuKriteria Keberhasilan
2Kurangnya kesadaran pengelola TPM untuk mengakses informasiMembuat alur pelayanan informasi tentang pengelolaan TPM di Puskesmas. Penjamah makanan berkewajiban memiliki pengetahuan tentang hygiene

sanitasi makanan dan gizi serta menjaga kesehatan. 7

Pengelola TPM dapat dengan mudah mendapat edukasi pengolahan makanan yang sehatPetugas KeslingUnit KeslingPetugas KeslingDi rekomendasikan sesegera mungkinPengelola TPM dapat mengakses informasi yang lebih berkualitas
3Kurangnya promosi kepada TPM tentang pengolahan makanan yang sehatMembuat jadwal yang efektif untuk kegiatan promosi di lingkungan masyarkat. Kegiatan penyuluhan dilakukan oleh petugas kesehatan dan asosiasi

bersama kader di masyarakat terhadap para pedagang dan pemilik

untuk memotivasi perilaku yang mendukung pelaksanaan pembinaan

Makanan Jajanan

Terlaksana kegiatan promkes hingga ke pedagang jajananUnit KeslingLingkungan TPMPetugas KeslingDi rekomendasikan sesegera mungkinPengelola TPM dan masyarakat mendapatkan informasi terbaru tentang pentingnya kebersihan pengelolaan makanan
NoPenyebab MasalahAltenatif

Pemecahan Masalah

TujuanSasaranTempatPelaksana KegiatanWaktuKriteria Keberhasilan
4Tidak adanya program pembinaan terhadap TPM jajananMembuat jadwal dan pelaksanaan pembinaan terhadap TPM. Hal ini sesuai Kepmenkes942SKVII bahwa Dalam melaksanakan Pembinaan dan pengawasan makanan jajanan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/kota. 7Pengelola jajanan memiliki pengetahuan tentang cara pengolahan makanan yang sehatUnit KeslingUnit KeslingPetugas KeslingDi rekomendasikan sesegera mungkinPengelola TPM secara berkala mendapatkan informasi terbaru dalam pengolahan TPM
5Tidak adanya program kursus pengelolaan makananMengadakan kursus pengeloalaan TPM. Hal ini sesuai dengan Kepmenkes942SKVII bahwa Kegiatan penyuluhan dilakukan oleh petugas kesehatan dan asosiasi

bersama kader di masyarakat terhadap para pedagang dan pemilik untuk memotivasi  pembinaan

Makanan Jajanan7

Pengelola TPM jajanan mampu melakukan pengolahan makanan secara sehatKepala Puskes-masUnit KeslingPetugas KeslingDi rekomendasikan sesegera mungkinSemakin bertambahnya kualitas pengelolaan produksi dari TPM
NoPenyebab MasalahAltenatif

Pemecahan Masalah

TujuanSasaranTempatPelaksana KegiatanWaktuKriteria Keberhasilan
7Tidak adanya pengambilan sampel makanan jajananMelakukan uji kualitas dari hasil produksi TPM. Inspeksi sanitasi dapat dilaksanakan dengan pengujian contoh sample makanan dan spesimen di laboratorium untuk penegasan/konfirmasi

yang dilaksanakan sesuai kebutuhan. 7

Mendapatkan data TPM yang tidak higienis dalam pengelolaan TPMnyaPetugasKesling, Pihak laborato-riumLaboratorium pengujian sampel makananPetugas Kesling, petugas laborato-riumDi rekomendasikan sesegera mungkinHasil produksi TPM dinyatakan sehat dan layak untuk dikonsumsi
8Kurangnya kerjasama lintas sektoralKoordinasi dengan pihak kelurahan dan sekolah untuk melakukan pengawasan TPM. Pengawasan sentra makanan jajanan dilaksanakan dengan inspeksi

sanitasi secara berkala. 7

Terciptanya koordinasi dengan pihak terkait dalam usaha pengawasan TPMKepala Puskes-mas, kelura-han, pihak sekolahLingkungan TPMKepala Puskes-mas.Di rekomendasikan sesegera mungkinDapat diawasinya pengolahan TPM
9Kurangnya dana yang di alokasikanOptimalisasi dana yang tersedia, dengan mengajukan dana tambahan operasional ke pihak pemerintahan7Pencapaian target programDinas Keseha-tan KotaUnit KeslingKepala Puskes-masDi rekomendasikan sesegera mungkinTerlaksananya program pengawasan terhadap pengelolaan TPM jajanan
NoPenyebab MasalahAltenatif

Pemecahan Masalah

TujuanSasaranTempatPelaksana KegiatanWaktuKriteria Keberhasilan
10Tidak adanya data yang akurat mengenai TPM jajananMelakukan pendataan terhadap TPM jajanan dengan mengoptimalkan petugas Kesling dan mahasiswa praktek. Kegiatan pendataan Makanan Jajanan meliputi penyiapan formulir

pendataan, surat tugas, jadwal kegiatan, pencatatan, surat edaran

tentang pendataan makanan jajanan kepada Camat, Lurah, Pemilik

gedung, semua pedagang makanan jajanan, surat permintaan

dukungan dari Instansi terkait dan penyerahan surat pendaftaran

kepada pedagang. 7

Terdapatnya data TPM jajanan di wilayah kerja Puskesmas Harapan RayaPetugas KeslingLingkungan TPMPetugas Kesling, mahasiswa praktekDi rekomendasikan sesegera mungkinTerdapatnya data pengelola TPM jajanan dilingkungan Puskesmas Harapan Raya

—-

—-

SIMPULAN DAN SARAN

—-

Simpulan

—-Kegiatan pengawasan terhadap TPM jajanan oleh unit Kesling Puskesmas Harapan Raya belum dilaksanakan secara optimal, maka dalam upaya dapat menigkatkan kinerja pengawasan terhadap TPM jajanan tersebut adalah dengan mengoptimalisasi SDM yang ada, hal ini sangat penting dilakukan dalam upaya pemberantasan penyakit dilingkungan masyarakat yang berbasis lingkungan, dikarenakan Puskesmas adalah pelaksana teknis tingkat dasar yang langsung berhadapan dengan masyarakat.

—-Diare merupakan salah satu penyakit yang dapat diputus atau dikurangi angka kejadiannya, salah satunya upayanya adalah melalui pengawasan terhadap TPM, terutama TPM jajanan dikarenakan langsung berkontak dengan siswa sekolah yang lebih rentan terserang diare dikarenakan kurang higienisnya pengolahan makanan oleh penjamu. Kegiatan pengawasan yang dimulai dari pendataan, pemberian penyuluhan dan kursus, pemeriksaan sampel dan pemberian izin usaha diharapkan dapat dilakukan dengan optimal, sehingga pencapaian program dapat terlaksana dan masyarakat mencapai taraf kehidupan sehat yang setinggi-tingginya. Namun dalam upaya peningkatan pengawasan terhadap TPM jajanan ini masih mengalami kendala dilapangan. Masalah-masalah tersebut diidentifikasi dan dianalisis akar penyebab masalah menggunakan diagram Fish Bone Ishikawa unuk kemudian dicari alternatif pemecahan masalah berupa rekomendasi-rekomendasi.

Saran

1.      Kepala Puskesmas Harapan Raya

—-Membina kerjasama dan koordinasi lintas sektoral dengan pihak pemerintahan kelurahan, laboratorium dan sekolah untuk dapat lebih mengawasi TPM jajanan dilingkungan kerja.

2.      Kepala unit Kesling Puskesmas Harapan Raya

—-Meningkatkan koordinasi dan mengoptimalkan kinerja pengawasan terhadap TPM di wilayah kerja dan memotivasi tanggung jawab petugas di unit Kesling Puskesmas Harapan Raya.

—-

—-

DAFTAR PUSTAKA

  1. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan RI. Informasi singkat penyelenggaraan Puskesmas si Era Desentralisasi. Depatemen Kesehatan RI. Jakarta 2001 ; 1-15
  2. Depkes RI. Kesehatan dan Indonesia sehat 2010. www.depkes.go.id [diakses april 2008]
  3. Puskesmas Harapan Raya. Profil Puskesmas Harapan Raya tahun 2006. Pekanabru ; 2006
  4. Puskemas Harapan Raya. Laporan Tahunan Kinerja Program Kesling Puskesmas Harapan Raya. Pekanbaru ; 2008.
  5. Diare. Rumah Sakit Pusat Infeksi dr. Sulianti Suroso. www.infeksi.com [diakses April 2008]
  6. Bali Pos. Akibat Pengolahan Makanan Yang Kurang Higienis. www.balipos.com
  7. MS Tri, Drs. Kebijakan Keamanan Jajanan Pangan. www.BPL-YANKES.com [diakses April 2008]
  8. Dinkes Curug. Sistem Kesling. www.dinkescurug.go.id [diakses mei 2008]
  9. Icho. Karedok Mengandung Pestisida. www.mail-archive.com [di akses April 2008]
  10. Trikarjana P. Pelayanan Kesehatan Di Era Globalisasi. www.lib-unair.edu.id [diakses April 2008]
  11. Purbanada B. RPJMD DKI Jakarta. www.Bapepedajakarta.go.id/berita/id=152 [di akses mei 2008]
  12. Bunda. Cara Memasak Yang Bersih. www.dapurbunda.com [diakses April 2008]
  13. Torikin. Gerakan Siaga KESLING. www.urangsunda/diare.co.id [diakses April 2008]

JM Intermedia Website and Web Base Applications Development Sistem Booking Hotel adalah sistem informasi manajemen booking hotel yang digunakan untuk memenuhi .

Editor Yayan A Israr SKed Fakultas Kedokteran Universitas Riau A DEFINISI Ada beberapa definisi dari kesehatan lingkungan Menurut WHO World Health .

Home Judul Skripsi Judul Skripsi Bahasa dan Sastra Judul Skripsi Ekonomi Judul Skripsi Filsafat Judul Skripsi Hukum Judul Skripsi Ilmu Politik Judul Skripsi .

Type your description here Mungkin rekanrekan banyak yang rada kebingungan nyari bahanbahan buat skripsi tesis atau makalahmakalah buat kuliah nah ini dia .

Tabloid lowongan kerja edisi 21 th I Minggu III IV Oktober 2009 Harga Rp 4 000LOWONGAN KERJA DI PERUSAHAAN.

Universitas Diponegoro Diponegoro UniversityInstitutional Repository Article UNSPECIFIED 2007 INTEGRASI DATA SPASIAL DARAT DAN LAUT Studi Integrasi .

Evaluasi 3 Tahun RPJMN 20042009 di Provinsi Jawa Tengah.

Evaluasi 3 Tahun RPJMN 20042009 di Provinsi DI Yogyakarta KATA PENGANTAR Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa Tim EKPD MAP UGM akhirnya dapat menyelesaikan .

List of Tourism Studies Books No Title Judul ebook or Journal 1 cultural tourism research methods 2 tourism research methods intehrationg teory and practices.

Saudara diminta untuk memberikan contoh nyata dari tiaptiap jenis strategi yang ada pada business level strategy Hanya satu strategi untuk tiaptiap jenis strategi.


Search terms:

gambaran perilaku penjamah makanan mengenai sanitasi warung makanan jajanankti jenis biaya dan proses penyelenggaraannya scribdmerubah prestasi di texas holdem pokertesis promosi keamanan pangan industri Rumah Tangga makanantinjauan skor keamanan pangan rumah sakit
Tagged with: , , , , , , , , , , , ,