web stats
1:37 pm - Saturday May 19, 4666

Kateterisasi Uretra

Friday, 25 April 2008, 16:11 | Kedokteran | 0 Comment | Read 774 Times
by admin

Author : dr. Afdal, Sp.U. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Definisi :

Kateterisasi uretra adalah tindakan memasukan kateter ke dalam buli-buli melalui uretra.

Sejarah :

Gambar 1. Sejarah pemasangan kateter uretra

Katerisasi merupakan suatu prosedur yang penting yang biasanya didelegasikan kepada staf yang paling muda. Jika tidak dikerjakan dengan hati-hati (gentle) dan trampil mungkin akan merusak dan menimbulkan striktur (penyempitan) uretra.

 

-Pada masa ROMAWI PURBA digunakan kateter yang terbuat dari perunggu.

-CELSUS mempunyai satu set kateter dengan lima ukuran yang berbeda,tiga untuk laki-laki dan dua untuk perempuan, yang untuk lelaki mempunyai 2 lengkung, lihat gambar.

-ORIBASIUS (325 – 403AD) menggunakan kateter terbuat dari kertas, hampir menyerupai sedotan jerami untuk minum.

-ABULCASIS (936-1013M) kateter terbuat dari perak.

-DESNOS (1914M) kateter perak yang keras digunakan sepanjang masa pertengahan, lihat gambar dan sampai waktu baru-baru ini. Kateter itu berbentuk lurus untuk wanita dan melengkung seperti uretra untuk pria, ujungnya bundar dan ujung lainnya sering punya 2 bengkokan atau loop yang melekat padanya yang digunakan untuk mengikatkan kateter pada kantong kemih.

-Kateter yang lentur terbuat dari karet elastis digunakan pada abad ke 18.

-Folley 1937 menggunakan kateter tetap dalam kantong kemih, dan ini merupakan kateter yang ideal.

Prinsip prinsip pemasangan kateter :

  1. Gentle
  2. Sterilitas
  3. Adekuat lubrication
  4. Gunakan kateter ukuran kecil

Indikasi pemasangan kateter:

1. Diagnostik (secepatnya dilepas)

  1. Mengambil sample urin untuk kultur urin
  2. Mengukur residu urine
  3. Memasukan bahan kontras untuk pemeriksaan radiology
  4. Urodinamik
  5. Monitor produksi urine atau balance cairan.

2. Terapi (dilepas setelah tujuan dicapai)

  1. Retensi urine
  2. Self interniten kateterisasi (CIC)
  3. Memasukan obat-obatan
  4. Viversi urine
  5. Sebagai splin

Macam-macam kateter, dibedakan berdasarkan:

-bentuk

-ukuran

-bahan

-sifat pemakaian

-system retaining (pengunci)

-jumlah percabangan

Bentuk Kateter :

-Straight; lurus tanpa ada cabang

Contoh :

1.Robinson kateter

2.Nelaton kateter

-Coude Catheter; kateter dengan ujung lengkung dan ramping

Contoh : Kateter Tiemann

-Self Retaining Kateter; dipakai menetap

Contoh :

1.Molecot Kateter

2.Foleey Kateter

Ukuran :

Skala Cheriere’s (Franch)

Ich atau Fr 0,33 mm

Atau 1 mm = 3 Fr

Contoh:

Kateter 18 Fr artinya diameter luarnya 6 mm

Bahan :

-Stainless

-Lateks (karet)

-Silikon

-Dilapisi silikon

Jumlah percabangan :

-Cabang 2

-Cabang 3

A. KOMPLIKASI

Komplikasi pemasangan kateter antara lain :

-Bakterial Shock

-Striktur uretra

-Ruptur uretra

-Perforasi buli-buli

-Pendarahan

-Balon pecah atau tidak bisa dikempeskan

B. PROSEDUR PEMASANGAN KATETER

Alat-alat yang dibutuhkan :

    1. Xilocain jelly / instilagel
    2. kasa steril
    3. sarung tangan steril
    4. betadine
    5. kateter sesuai ukuran
    6. urine bag
    7. spuit 10 ml
    8. agua untuk balon kateter
    9. duk bolong steril
    10. bengkok / nierbecken
    11. pinset anatomis steril
    12. plester

    Prinsip- prinsip pemasangan kateter

    1. gantle / lembut
    2. Asepsis &antiseptic
    3. Lubrikasi yang adekuat
    4. Gunakan ukuran kateter yang lebih kecil / sesuai
  1. Tata cara pemasangan kateter
    1. Pastikan alat yang dibutuhkan sudah tersedia lengkap
    2. Jelaskan tujuan pemasangan kateter kepada pasien
    3. Penderita posisi terlentang
    4. Operator sebelah kiri pasien
    5. Asepsis & antisepsis penis dengan betadine dan kassa steril
    6. Pasang duk bolong steril
    7. Pegang penis dengan kasa steril pakai tangan kiri
    8. Meatus uretra eksternus dilakukan aseptic & antiseptic dengan betadin
    9. Semprotkan jelly yang adekuat

Gambar 2. Pemberian jelly pada pemasangan kateter pada pria dan wanita

    1. Kateter dilumuri jelly
    2. Pasang kateter dengan pinset anatomis secara gentle dengan tangan kanan pastikan urine keluar

Gambar 3. Pemasangan kateter dengan gentle pada pria dan wanita

    1. Kembangkan balon sesuai ketentuan
    2. Catat volume inisial urine dan warna yang keluar
    3. Kateter difiksasi dengan plester

Infeksi saluran kemih ISK adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih ISK merupakan kasus yang sering terjadi dalam dunia kedokteran Walaupun terdiri .

Urologi adalah bedah khusus yang berfokus pada saluran kemih lakilaki dan perempuan dan pada sistem reproduksi lakilaki Profesional medis yang mengkhususkan diri .

Rumah sunatan merupakan klinik khitan khusus anak dan dewasa dengan memakai metode inovas baru di video ini terdapat pengetahuan mengenai kelebihan smart .

BPH BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA BPH I PENGERTIAN Istilah hipertrofi sebenarnya kurang tepat karena yang terjadi adalah hiperplasia kelenjar.

Toko distributor online yang menjual alatalat kesehatan atau alkes medis home care makanan organik dan GPS dengan harga murah Melayani partai dan eceran juga .

By Andi Visi Kartika PENDAHULUAN RETENSI URINE POST PARTUM Traktus urinarius bagian bawah memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai tempat untuk menampung produksi .

Untuk gangguan ini dilakukan kateterisasi uretra dilatasi uretra dengan bougi don drainase supra pubik Katetertsasi Katetecisasi urineadalah memasukkan kateter e dalam .

Download kumpulan 700 lebih asuhan keperawatan dari berbagai cabang ilmu keperawatan download materi keperawatan anak jiwa gadardll Serta tersedia video tindakan .

Informasi seputar penyakit dan cara pengobatannya Informasi Kesehatan infoobatherbalcom Penyakit Infeksi Saluran Kemih disebab kan oleh bakteri Escherichia .

Admin Yayan A IsrarPersalinan merupakan proses fisiologis yang tidak akan habis sejalan dengan kelangsungan hidup manusia di muka bumi ini.


Search terms:

indikasi kateterIndikasi pemasangan katetermacam macam katetermacam-macam kateterpathway striktur uretragambar-gambar animasi gerakmacam katetermetode lubrikasi kateterkomplikasi pemasangan kateter urinpemasangan kateter foley pada trauma buli buli
Tagged with: , ,